Wednesday, October 24, 2007

Idul Fitri 2007


Ramadhan 2007 telah berlalu, alhamdulillah tahun ini saya bisa menjalankan ibadah puasa tanpa rintangan penyakit, kehamilan atau menyusui seperti tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan tahun ini adalah kali kedua saya menjalankan ibadah puasa tahun 2005. Cuma hutang 12 hari karena periode kewanitaan ajah yang menjadi hambatan hehehe.

Idul fitri tahun ini kami di Jakarta. Karena tahun depan adalah jatah kami ke Surabaya. Biar adil, kami bergantian merayakan Idul Fitri antara Jakarta dan Surabaya. Tapi ternyata tahun ini keluarga mas Iwan gak bisa pulang berlebaran di Jakarta, mereka merayakan di Batam. Dan mami juga ada acara lain yang mengharuskan untuk pergi ke Jawa Tengah setelah sholat Ied. Jadi kami merayakan hari kemenangan ini hanya dengn Heri dan keluarga besar jakarta yang lain (om, tante, sepupu, dll).

2 minggu penuh saya menjadi fulltime mother at home karena 2 asisten pulang kampung. Alhamdulillah saya bisa meyakinkan bos untuk memberikan cuti 2 minggu penuh. Sebenarnya bos agak kurang rela, tapi saya mengingatkan beliau untuk tidak merasa terganggu kalo saya membawa Fayra ke kantor. Kebayang kan ada gadis mungil berangkang sana sini diantara cubicle meja kerja hihihihi.

Pembagian tugas cukup asyik juga... papa nyuci dan ngepel, Rafa nyapu dan beresin mainan (termasuk yang diberantakin sama Fayra juga), mama masak (eh lebih banyak nelpon delivery service ding hehe) dan menjaga Fayra. Yang nyetrika siapa? Papa cuma mau nyetrika, mama tidak bisa meninggalkan Fayra. Akhirnya kami memanggil orang untuk menyetrika cucian kering yang sudah menggunung karena 2 minggu tidak di setrika.

Fayra ternyata tidak mau menyentuh makanan instan yang udah saya disiapkan untuk keadaan darurat. Mungkin karena saya tidak pernah mengenalkan makanan instan sejak dia lahir, jadi dia merasa aneh dengan rasanya. Tapi saya bersyukur karena ternyata Fayra lebih memilih ketupat + sayur labu, lontong + sayur lodeh, spageti bolonis yang saya bikin untuk sarapan, nasi hangat + tempe goreng, dan makanan dewasa lain yang dimakan oleh kami. Bahkan Fayra doyan banget sama teh botol dan Java Chip Frapucinno karena Fayra udah canggih menggunakan sedotan. duh maaf sayang...mama suka lupa kalo kamu udah umur setahun lebih


Rafa - Fayra kompak gosok gigi

Tidak ada orang lain dirumah, membuat kami menjadi lebih dekat satu sama lain. Kami selalu bersama selama 24 jam x 14 hari, kami saling membantu, kami juga tidur dalam 1 kamar selama 2 minggu itu. Asyik banget deh.

Fayra sekarang lagi belajar jalan, jadi maunya titah terus. Dan Fayra tidak mau diajak orang selain mama-papa. Karena takut punggung saya bermasalah lagi, urusan titah Fayra diambil alih oleh papanya. 2 minggu mengikuti aktifitas Fayra, sukses membuat masguh kehilangan 5kg dari beban tubuhnya. Saya pun juga ikut agak langsing karena turun 2kg. Asyik kan pah...kita gak perlu diet!

Rafa - Fayra main di kolong meja

Dokter selalu mengingatkan saya untuk tidak mengangkat beban lebih dari 4kg. Dokter mengijinkan saya untuk memangku Rafa atau Fayra selama saya dalam posisi duduk yang benar. Tapi ibu mana yang akan tega untuk tidak menggendong anaknya? Ya...saya akui kalo saya bandel. Saya nekat menggendong Fayra lebih dari 5 menit setiap kali ada kesempatan. Saya rela rasa ngilu luar biasa harus saya rasakan ketika menjelang tidur malam, setiap punggung saya mendapat beban lebih dari yang sudah ditetapkan dokter.

2 minggu di rumah adalah waktu yang kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk bisa merasakan kedekatan sebuah keluarga secara full time. Dan kami sangat menikmatinya!

Thursday, September 20, 2007

Ramadhan 2007


Alhamdulillah, ramadhan telah datang.

Tahun ini pertama kalinya Rafa belajar menunaikan bebrapa rukun islam. 2 minggu sebelum puasa, Rafa mulai rutin menjalankan sholat 5 waktu. Alhamdulillah tanpa disuruh. Bahkan Rafa membuat tabel yang ditempel di lemari pakaian mama+papa. Sholat apa yang telah dilakukan dan sholat apa yang ditinggalkan.

Memang sebelumnya mama+papa bercerita tentang makna sholat ke Rafa. Kami ingin segala kewajiban dalam beragama dilakukan oleh anak-anak dengan kesadaran dari diri mereka sendiri tanpa ada unsur paksaan. Supaya mereka bisa mencintai Islam dan mengerti keindahannya.

Kami cuma berpesan:

Sekarang usia Rafa sudah 6 tahun. Kamu sudah makin besar nak. Kamu sudah mulai sekolah di SD. Rosulullah bilang bahwa usia 7 tahun seorang anak itu sudah wajib untuk sholat. Bahkan kalau sampai usia 10 tahun seorang anak tidak sholat, maka orang tua berhak untuk memukul anaknya. Mama+papa tidak mau memukul mas Rafa. Mama+papa juga yakin kalo mas Rafa juga gak mau dipukul kan? Jadi mulai sekarang mas harus rajin sholat 5 waktu. Supaya Allah SWT makin sayang sama mas Rafa.

Setelah kami berpesan seperti itu, Rafa tidak langsung melaksanakan. Tapi setelah sekian lama, Rafa mulai melakukannya. Tanpa kami beri peringatan, tanpa kami paksa. Alhamdulillah....bagaimana kami tidak terharu?

Rafa juga sudah mulai mengerti arti dari puasa. Ketika ditanya apa makna puasa, Rafa akan menjawab secara rinci kenapa dan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berpuasa. Bahkan Rafa juga mulai melaksanakan puasa....secara bertahap tentunya.

Hari pertama, Rafa puasa mulai dari jam 3 sore sampai Magrib (lupa katanya kalo hari itu sudah harus puasa. hihihihi

Hari kedua, Rafa puasa mulai dari jam 1 siang sampai Magrib.

Hari ketiga, Rafa puasa dari jam 9 pagi sampai jam 12. Kemudian dilanjutkan puasa mulai jam 1 sampai magrib.

Semoga puasa Rafa makin meningkat di hari-hari berikutnya. Amin...amin ...amin...ya robbal alamin